Harian Berita – Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina meyakini, jika 24 jam ke depan adalah periode krusial untuk Ukraina dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
“Presiden Zelenskyy mengatakan dia yakin 24 jam ke depan adalah periode penting bagi Ukraina,” ujar juru bicara Downing Street, dilansir dari Sky News pada Senin (28/2/2022).
Diketahui, Perdana Menteri Inggris kembali berbicara kepada presiden Ukraina, pada Minggu (27/2/2022). Dia memuji perlawanan “heroik” rakyat Ukraina saat menghadapi serangan Rusia.
Tidak hanya itu, dia juga memuji kepemimpinan Presiden Zelenskyy dalam menghadapi kesulitan yang terjadi.
Pada Zelenskyy, Boris Johnson mengatakan, jika dia akan melakukan “semua yang dia bisa” untuk memastikan bantuan militer lebih lanjut mencapai pasukan Ukraina.
“Para pemimpin sepakat untuk terus berhubungan dekat dan perdana menteri menegaskan kembali dukungan setia Inggris untuk kedaulatan Ukraina,” ujar pernyataan tersebut.
Namun, Johnson mengaku ragu dengan ketulusan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.
“Saya ragu, saya harus memberi tahu Anda. Sejauh ini tidak ada yang saya lihat dalam perilakunya yang membuat saya berpikir bahwa dia mungkin tulus,” terangnya.
“Tetapi jika dia, maka kita harus mengejar setiap jalan, tetapi jelas apa yang perlu terjadi adalah dia perlu menarik mesin perangnya dari Ukraina.”
Dia juga menuturkan, apa yang terjadi di benua Eropa merupakan suatu bencana mutlak. Di mana, Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk mengobarkan perang melawan rakyat Ukraina.
Perang ini menimbulkan kesengsaraan yang tak terhitung, kekerasan, penderitaan pada populasi yang sama sekali tidak bersalah.
Panggilan sukarelawan asing

Presiden Zelensky memberikan himbauan bagi sukarelawan asing untuk datang ke Ukraina dan mendaftar di ‘Legiun Internasional’. Di mana ‘Legiun Internasional’ baru dibentuk untuk melawan invasi Rusia ke Ukraina.
“Siapa pun yang ingin bergabung dengan pertahanan Ukraina, Eropa, dan dunia dapat datang dan bertarung berdampingan dengan Ukraina melawan penjahat perang Rusia,” tulis pernyataan dalam situs web kepresidenan pada Minggu (27/2/2022).
Menurut Peraturan Dinas Militer di Angkatan Bersenjata oleh Orang Asing dan Orang Tanpa Kewarganegaraan, yang telah disetujui pada 2016, orang asing bisa menjadi sukarelawan untuk Angkatan Bersenjata Ukraina dan Pasukan Pertahanan Teritorial.
“Sebuah subdivisi terpisah sedang dibentuk untuk orang asing yang diberi nama Legiun Internasional untuk Pertahanan Teritorial Ukraina. Tidak ada kontribusi lebih besar yang dapat Anda berikan demi perdamaian,” tambah pernyataan tersebut.
Zelensky menyerukan solidaritas internasional untuk melawan Rusia. Tidak hanya itu, dalam pernyataannya, dia mengatakan bahwa invasi Rusia adalah “awal dari perang melawan Eropa.”
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, di hari yang sama juga mengatakan, mendukung individu Inggris yang ingin pergi dan berperang di Ukraina.
“Rakyat Ukraina berjuang untuk kebebasan dan demokrasi, bukan hanya untuk Ukraina tetapi untuk seluruh Eropa,” ujarnya.
“Dan tentu saja jika orang ingin mendukung perjuangan itu, saya akan mendukung mereka dalam melakukan itu.”
Reporter Independen Kyiv Illia Ponomarenko dalam kicauan Sabtu (26/2/2022) mengatakan bahwa ia telah menerima lebih dari 100 email dari orang asing yang ingin bergabung dalam perjuangan untuk Ukraina.
